Jumat, 01 Februari 2013


ISI KANDUNGAN SURAT AL QHASAS : 79 – 82

 

Pembimbing :
Ibu Khoirul Muthroffin

Kelompok V :
Ø  Imroatul Mufidah            (04)
Ø Septiwinda Vivin Vinilia (12)


MADRASAH ALIYAH NEGERI LAMONGAN
Jln. Veteran No. 43 Lamongan 62211 Telp./ Fax (0322) 321 649
Website : www.manela.sch.id E-mail : man.lamongan@yahoo.com
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang puja dan puji syukur kami panjatkan kepada Allah karena atas kuasa-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta kerluarga dan segenap pengikutnya sampai akhir zaman.
Makalah ini berjudul “ISI KANDUNGAN SURAT AL QHASAS” mempunyai tujuan agar para siswa mengetahui tentang apa surat al qhasas pada ayat 78-82, dan dapat memetik pelajaran apa yang ada pada surat ini. Dan juga memudahkan siswa untuk mempelajari isi kandungan surat al qhasas.
Dalam penyusunan dan penyelesaian makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada bapak/ibu guru pembimbing.
Kami menyadari bahwa hasil penulisan ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan penulisan ini dan demi penulisan yang akan datang. Akhirnya kami mohon ma’af sebesar-besarnya jika ada penulisan kata yang salah, semoga penyusunan laporan ini menjadi amal shaleh dan bermanfaat bagi semua orang.
          Amin Ya Rabbal ‘Alamiin

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
                                                                                               

                                                                                                Lamongan, Februari 2013


                                                                                                            Penulis

Surah Al Qasas ayat 79 – 82

1.        Terjemahan dan penjelasan maksud surah Al Qasas 79 – 82
a.                            Surah Al Qasas 79
Artinya : “Maka keluarlah qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya , Orang- orang yang menghendaki duniapun berkata . Moga-moga kiranya kita memiliki seperti apa yang telah diberikan kepada qorun . Sesungguuhnya ia benar – benar memperoleh keberuntungan yang besar .” ( QS. Al Qasas 79 )
·         Makna kosa kata :
زِينَتِهِ : perhiasan , termasuk tanda –tanda kebesaran dari orang berada atau pembesar , seperti pakaian , kendaraan , petugas , dan sebagainya .
لَيْتَ يَا : wahai ! mudah–mudahan. terdiri dari dua kata, yaitu يَا berarti wahai dan لَيْتَ berarti mudah–mudahan (harapan yang sulit tercapai )
حَظٍّ : bagian ( keuntungan ) .
Makna kata / kalimat
Kalimat
Maka keluarlah qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya .
زِينَتِهِ فِي قَوْمِهِ عَلَى فَخَرَجَ

Orang- orang yang menghendaki duniapun berkata .
الدُّنيَا الْحَيَاةَ يُرِيدُونَ الَّذِينَ قَالَ
Moga-moga kiranya kita memiliki seperti apa yang telah diberikan kepada qorun .
قَارُونُ أُوتِيَ مَا مِثْلَ لَنَا لَيْتَ يَا
Sesungguuhnya ia benar – benar memperoleh keberuntungan yang besar .
عَظِيمٍ حَظٍّ ذُولَ إِنَّهُ


·         Syarhul ayat
زِينَتِهِ فِي قَوْمِهِ عَلَى فَخَرَجَ
Maka keluarlah qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya ,
Ayat ini mengisahkan tentang Qarunyang hidup pada zaman nabi musa as , ia adalah seorang yang sangat kaya raya . keluar biasaan kekayaannya dilukiskan dalam al qur’an ,bahwa anak-anak kunci gudang-gudang kekayaannya saja tidak sanggup dipikul oleh sejumlah orang yang perkasa . namun Qarun adalah seorang yang sombong . Bahkan ia menyatakan bahwa kekayaannya itu ia peroleh karena kepandaiannya dan kecekatannya dalam berusaha , ia mengingkari Allah SWT dan lupa pada sesama , terutama orang – orang muslim .
Kaumnya menasehatinya agar tidak sombong karena Allah SWT membenci itu, ia diingatkan bahwa ia boleh menikmati kekayaannya itu sewajarnya dan tidak berlebih – lebihan . Nasehat kaumnya tidak digubris , dalam ayat ini disebutkan bahwa nasehat kaumnya itu justru dijawab dengan tindakkan pamer .
عَظِيمٍ حَظٍّ ذُولَ إِنَّهُ قَارُونُ أُوتِيَ مَا مِثْلَ لَنَا لَيْتَ يَا الدُّنيَا الْحَيَاةَ يُرِيدُونَ الَّذِينَ قَالَ
“Orang- orang yang menghendaki duniapun berkata . Moga-moga kiranya kita memiliki seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun . Sesungguuhnya ia benar – benar memperoleh keberuntungan yang besar . “

Mereka yang berwawasan hidupnya hanya untuk mencari kenikmatan di dunia menjadi terpedaya dan berdecak kagum menyaksikan kekayaan Qarun . Mereka memandang Qarun sangat beruntung , dalam pandangan mereka kekayaan adalah tanda bahwa tuhan menyayangi mereka dan kemiskinan tanda bahwa tuhan tidak menyayangi mereka .

b.        Surah Al Qasas :80


Artinya :” orang – orang yang dianugrahkan ilmu pun berkata , “ celaka besar kalian ! pahala Allah adalah lebih baik bagi orang – orang yang beriman dan beramal saleh . tidak memperolehnya kecuali oleh orang – orang yang sabar  . “ ( QS Al Qasas :80)
  • Makna kosa kata
وَيْلَكُمْ : celaka besar kalian ! ( ucapan untuk menyatakan ketidak setujuan , heran )
يُلَقَّاهَا : menemuinya .
Makna kata / kalimat
Kalimat
Orang – orang yang dianugrahkan ilmu pun berkata
الْعِلْمَ أُوتُوا الَّذِينَ وَقَالَ
celaka besar kalian !
وَيْلَكُمْ
pahala Allah adalah lebih baik
خَيْرٌ اللَّهِ ثَوَابُ
bagi orang – orang yang beriman dan beramal saleh .
صَالِحاً وَعَمِلَ آمَنَ لِّمَنْ
tidak memperolehnya kecuali oleh orang – orang yang sabar  .
الصَّابِرُونَ إِلَّ يُلَقَّاهَا وَلَا

  • Syahrul ayat
صَالِحاً وَعَمِلَ آمَنَ لِّمَنْ خَيْرٌ اللَّهِ ثَوَابُ وَيْلَكُمْ الْعِلْمَ أُوتُوا الَّذِينَ وَقَالَ
“Orang – orang yang dianugrahkan ilmu pun berkata , “celaka besar kalian !, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang – orang yang beriman dan beramal saleh ...
Ayat diatas mengisyaratkan bahwa orang yang dianugrahkan Allah SWT ilmu , imannya yang luas dan tidak tergoda oleh kekayaan yang dipamerkan Qarun . Mereka mencoba menyadarkan orang yang lemah imannya bahwa yang lebih berguna adalah iman dan perbuatan baik . kekayaan yang dimiliki Qarun akan tinggal didunia dan yang akan dibawa ke akhirat hanyalah pahala . oleh karena ittu iman dan perbuatan baik lebih baik dari pada kekayaan yang membawa kepada kedurhakaan .
الصَّابِرُونَ إِلَّ يُلَقَّاهَا وَلَا صَالِحاً وَعَمِلَ
tidak memperolehnya kecuali oleh orang – orang yang sabar  .
Tidak semua orang dapat memeperoleh pahala dari Allah SWT , dan hanya diperoleh oleh orang yang sabar . Sabar dalam iman dengan berbagai macam godaan termasuk godaan harta , dan sabar dalam mengerjakan ibadah serta perbuatan baik karena balasannya baru akan diterima di akhirat berupa pahala .
c.         Surah Al Qasas :81
Artinya : “ maka kami benamkan dia beserta rumahnya ke dalam bumi , lalu tidak ada baginya suatu kelompok pun yang akan menolongnya selain Allah , dan tiadalah ia termasuk orang – orang yang memperoleh pertolongan . “ (QS Al Qasas :81)


Makna kata / kalimat
Kalimat
maka kami benamkan dia beserta rumahnya ke dalam bumi ,
الْأَرْضَ وَبِدَارِهِ بِهِ فَخَسَفْنَا
lalu tidak ada baginya suatu kelompok pun yang akan menolongnya selain Allah
اللَّهِ دُونِ مِن يَنصُرُونَهُ فِئَةٍ مِن لَهُ كَانَ فَمَا
dan tiadalah ia termasuk orang – orang yang memperoleh pertolongan .
المُنتَصِرِينَ مِنَ كَانَ وَمَا

  • Syarhul Ayat
الْأَرْضَ وَبِدَارِهِ بِهِ فَخَسَفْنَا
maka kami benamkan dia beserta rumahnya ke dalam bumi ,
Allah SWT membenamkan Qarun dan istananya beserta seluruh kekayaannya ke dalam tanah . Semuanya lenyap , menurut quraish shihab peristiwa ini dipercayai terjadi di kota yang sekarang bernama Fayyum sekitar 60 km dari Cairo .
المُنتَصِرِينَ مِنَ كَانَ وَمَا اللَّهِ دُونِ مِن يَنصُرُونَهُ فِئَةٍ مِن لَهُ كَانَ فَمَا
lalu tidak ada baginya suatu kelompok pun yang akan menolongnya selain Allah . dan tiadalah ia termasuk orang – orang yang memperoleh pertolongan .
Tidak ada seorang pun yang dapat menolong Qarun beserta seluruh kekayaannya dari hukuman itu . tidak ada pihak manapun yang bisa menolongnya . Bahkan ia pun tidak memperoleh pertolongan dari Allah SWT.
d.    Surah Al Qasas 82
Artinya : “ Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukannya (Qarun ) itu , berkata ,” Aduhai !! benarlah Allah melapangkan rezeki hamba-hambaNya yang Dia kehendaki dan menyempitkannya . jika Allah tidak melimpahkan karunia-Nya kepada kita , pastilah Dia telah membenamkan kita (pula ) . Aduhai ! benarlah tidak beruntung orang-orang yang mengingkari ( nikmat Allah ) .” (QS Al Qasas 82 )

  • Makna kosakata
وَيْكَأَنَّهُ : aduh ! benarlah .kata ini terdiri dari dua bagian .
لَوْلَا : kalau .. tidak ..
Makna kata / kalimat
Kalimat
“ dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukannya (Qarun ) itu , berkata
يَقُولُونَ بِالْأَمْسِ مَكَانَهُ تَمَنَّوْا الَّذِينَ وَأَصْبَحَ
” Aduhai !! benarlah Allah melapangkan rezeki hamba-hambaNya yang Dia kehendaki dan menyempitkannya .
وَيَقْدِرُ عِبَادِهِ مِنْ يَشَاءُ لِمَن الرِّزْقَ يَبْسُطُ اللَّهَ وَيْكَأَنَّ
. jika Allah tidak melimpahkan karunia-Nya kepada kita ,
عَلَيْنَا اللَّهُ مَّنَّ أَن لَوْلَا
pastilah Dia telah membenamkan kita (pula ) .
بِنَا لَخَسَفَ
 Aduhai ! benarlah tidak beruntung orang-orang yang mengingkari ( nikmat Allah ) .
الْكَافِرُونَ يُفْلِحُ لَا وَيْكَأَنَّهُ

  • Syarhul Ayat
يَقُولُونَ بِالْأَمْسِ مَكَانَهُ تَمَنَّوْا الَّذِينَ وَأَصْبَحَ
وَيَقْدِرُ عِبَادِهِ مِنْ يَشَاءُ لِمَن الرِّزْقَ يَبْسُطُ اللَّهَ وَيْكَأَنَّ
“ dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukannya (Qarun ) itu , berkata” Aduhai !! benarlah Allah melapangkan rezeki hamba-hambaNya yang Dia kehendaki dan menyempitkannya .”
Ayat diatas menyatakan bahwa orang yang sebelumnya terpedaya oleh Qarun dan kekayaannya menyesali keterlanjuran mereka . Mereka sekarang sadar bahwa Allah SWT memang sengaja melapangkan rezeki seseorang dan menghinggakan rezeki yang lain . Gunanya adalah supaya seluruh posisi kehidupan dapat diisi manusia . Bila semua manusia kaya , tentu tidak akan ada yang mau bekerja , dan bila semua miskin tentu tidak ada yang bisa memberi pekerjaan . Itulah sebabnya ada pemimpin yang dipimpin , dan ada tuan dan ada pesuruh . Tetapi yang terpenting semua harus dihargai , tidak ada eksploitasi atau pelecehan hak –hak asasi manusia .

بِنَا لَخَسَفَ عَلَيْنَا اللَّهُ مَّنَّ أَن لَوْلَا
Jika Allah tidak melimpahkan karunia-Nya kepada kita , pastilah Dia telah membenamkan kita (pula ) .
Orang yang terlanjur terpengaruh oleh Qarun dan kekayaannya itu kemudian menyadari bahwa mereka dilindungi Allah SWT . mereka bersyukur bahwa Allah SWT tidak memberi azab kepada mereka seperti azab yang diterima Qarun . Segala sesuatu yang dilimpahkan kepada Allah SWT kepada kita itulah yang terbaik bagi kita asalkan kita telah berusaha sekuat-kuatnya .
الْكَافِرُونَ يُفْلِحُ لَا وَيْكَأَنَّهُ
Aduhai ! benarlah tidak beruntung orang-orang yang mengingkari ( nikmat Allah ) .
Kemudian mereka sadar bahwa orang – orang kafir , sombong dan lupa daratan tidak akan beruntung . hal itu karena mereka akan dihukum di dunia seperti halnya Qarun dan di akhirat akan diazab didalam neraka .
Kesimpulan :
  1. Pada suatu hari Qarun memamerkan harta secara berlebihan dengan sikap sombong dan congkak , sehingga orang melihatnya iri terhadap harta Qarun .
  2. Orang – orang yang cerdik berpendapat bahwa perbuatan Qarun akan menumbulkan bencana yang nyata .
  3. Akibat kesombongan Qarun , Allah membenamkan dirinya dan hartanya .
  4. Orang yang menyaksikan peristiwa Qarun menjadi sadar bahwa rezeki adalah pemberian Allah
  5. Sikap berlebih – lebihan tanpa mensyukuri nikmat Allah akan memperoleh siksa .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar